Ustadz Instan, Ustadz Ngawur

Posted on

Melihat fenomena yang beradar di masyarakat, semakin banyak ustadz instan, ustadz ngawur berkeliaran. Banyak orang tertipu jutaan rupiah, dicabuli, dizalimi, dll. Dengan dalih bisa ini itu. Begitu mudahnya memberikan gelar Ustadz kepada seseorang. Dikira mudah apa menjadi seorang ustadz dan memberi teladan yang baik kepada umat? Bukalah mata hati dengan lebar-lebar, karena yang berkilau belum tentu EMAS. Berikut ulasannya:

Ciri Ustadz instan Ustadz ngawur yang bikin Islam hancur lebur:

  • Hanya pandai ceramah/teori bukan teladan/contoh yang baik.
  • Mematok harga, dari tiap jobs yang berhubungan dengan agama Islam.
  • Kebanyakan muncul dari pemenang lomba dai/kontes.
  • Yang penting lucu dan disukai para hadirin.
  • Tampilan luar sok suci, padahal hanya cari popularitas.
  • Hanya menonjolkan kesaktian, tanpa membawa perubahan yang baik di tengah masyarakat.
  • Tidak memberikan solusi atas masalah yang dihadapi umat.

Cara memilih guru Ustadz/Kyai yang benar:

  • Alim, betul-betul menguasai ilmu Islam yang berasal dari Ulama/Kyai/pendidikan di pesantren. Bukan menang dari kontes/lomba.
  • Wara’, menjauhi perkara yang tidak jelas hukumnya.
  • Lebih tua umurnya, lebih pengalaman makan asam garam kehidupan.
  • Memberikan teladan yang baik (akhlaq yang mulia).
  • Hidupnya hanya untuk Allah Ta’ala.

Bahaya belajar agama Islam sendiri dari buku tanpa bimbingan Ustadz/Kyai:
Imam Abdullah bin Al-Mubarak menyatakan: “Rangkaian sanad itu merupakan bagian agama Islam. Kalau bukan karena menjaga sanad, pasti siapapun akan dapat semaunya mengatakan apa saja yg dia ingin katakan”

Ibnu Al-Mubarak juga berkata: “Pelajaran ilmu yg tak punya sanad bagaikan menaiki atap tanpa punya tangganya, sungguh telah Allah Taala memuliakan umat ini dengan sanad”

As-Syafi’i mengingatkan: “Orang yang belajar ilmu Islam tanpa sanad guru bagaikan orang yg mengumpulkan kayu bakar di kegelapan malam. Ia membawa kayu bakar yg diikatnya padahal terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu”

Imam Abu Yazid menegaskan: “Barangsiapa yang tidak mempunyai guru, maka gurunya adalah Syetan”
(belajar agama Islam sendiri/otodidak/tanpa guru, akhirnya dengan amat mudah setan menjerumuskannya kepada pemahaman agama yg salah, sesat & menyesatkan)

Jangan belajar agama Islam tanpa guru.
Jangan sampai asal-asalan dalam memilih guru.
Karena tidak sembarang orang bisa dijadikan guru.

perhatikan siapa gurumu ?
siapa guru-guru dari gurumu ?
siapa guru-guru dari guru-gurunya gurumu ?
dst… dst… dst…
sampai sanad guru-gurunya bersambung langsung ke Rasulullah saw.

@Sanad adalah rantai sambungan ilmu.

Itulah artikel tentang Ustadz Instan, Ustadz Ngawur. Semoga bermanfaat menjadi inpirasi demi keselamatan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.