Strategi Sun Tzu Dalam Bisnis Online Maupun Offline

1. “Kenali lawan dan kenali diri sendiri, niscaya Anda akan berjaya dalam ratusan pertempuran.” – Sun Tzu

Bila mengenali diri sendiri namun tidak mengenali lawan, ada peluang menang ada peluang kalah. Kalau tidak mengenali diri sendiri dan tidak mengenali lawan, sudah pasti kalah. Kalau tidak ingin kalah, hendaknya mengenali diri sendiri dan mengenali lawan. Dalam dunia bisnis online maupun offline, hal ini disebut dengan “Business Intelligence”. Ini adalah salah satu rahasia kenapa startup yang berhasil mampu menggulingkan bisnis besar. Masa awal facebook mereka benar-benar mempelajari tentang mySpace dan menciptakan social networks yang jauh lebih keren dari pendahulunya.

2. “Memenangkan seratus kemenangan dalam seratus peperangan bukanlah kemampuan sempurna. Berhasil membuat musuh menyerah sebelum berperang adalah kemampuan yang sempurna.” – Sun Tzu (taklukkan pasar dan persaingan tanpa menghancurkannya)

Seringkali dalam industri yang persaingannya sangat ketat, bisnis online yang terlibat di dalamnya saling membunuh dan menghancurkan industri itu sendiri. Lihat saja industri penerbangan murah yang akhirnya memaksa penyedia jasa penerbangan untuk menekan harga dan satu-persatu bisnis penerbangan pun jatuh. Industri penerbangan sempat turun sebelum akhirnya mulai bangkit. Kasus yang sama terjadi di industri komunikasi. Perang tarif dan bonus dari operator menyebabkan dari banyak sekali operator di Indonesia, hampir semuanya kolaps dan hanya beberapa yang mampu bertahan.

Strategi Bisnis Online

Cara terbaik untuk memenangkan pasar bisnis online adalah yang tidak membuat pesaing merasa tersaingi dan tidak merusak pasar. Contoh paling gemilang ditunjukkan oleh Amazon yang merevolusi industri penjualan buku, dan bahkan menciptakan pasar baru dengan meluncurkan Kindle dan menjual e-Book sebagai sumber penghasilan utamanya. Netflix yang mampu memasang tarif lebih murah untuk menonton film tanpa menghancurkan pasar film juga merupakan contoh bagus dari menaklukkan pasar dan mengalahkan pesaing tanpa menghancurkannya.

3. “Tentara seperti air, bagi air yang mengalir biasanya menghindari ketinggian dan menuju ke dataran yang lebih rendah, tentara harus menghindari kekuatan dan menyerang kelemahan.” – Sun Tzu (menghindari kekuatan dan menyerang kelemahan)

Banyak Startup bisnis online yang berjatuhan karena nekat menyerang bagian terkuat dari pesaing yang ada. Daripada bersaing dalam bisnis dan area yang dikuasai pesaing, lebih baik bagi startup untuk mencoba bersaing di daerah yang tidak terlalu dipedulikan oleh pesaing. Contoh dari luar negeri adalah Wallmart, salah satu toko retail terbesar di dunia, justru memulai bisnisnya di kota-kota kecil yang tidak dipedulikan oleh toko retail besar waktu itu. Perlahan, Wallmart mengalahkan pesaing lokal yang kecil dan menjadi besar, cukup besar untuk masuk ke kota besar dan mengalahkan retailer besar. Seandainya Wallmart langsung berperang dengan retail besar, bisa jadi modal mereka langsung habis dan kalah.

Contoh lokal yang bagus adalah Grup Media Jawa Pos. Semua orang tahu pasar terbesar untuk media adalah Jakarta, namun sudah ada Kompas yang Berjaya di sana. Daripada memaksa bersaing di Jakarta, Jawa Pos memulai dari Surabaya dan Jawa Timur, perlahan melakukan pengembangan ke semua daerah kecil di Indonesia. Jawa Pos kini telah mempunyai kantor berita di hampir semua kota kecil di Indonesia, mengalahkan Kompas di hampir semua daerah Indonesia, kecuali Jakarta. Meskipun tidak terlalu bersaing di pasar terbesar, gabungan penguasaan pasar-pasar kecil Jawa Pos mampu membuat mereka menjadi sebesar (kalau tidak lebih besar) dari Grup Kompas.

4. “Kecepatan adalah inti dari perang. Ambil keuntungan dari ketidaksiapan musuh. Pergi dengan rute yang tidak terduga dan serang musuh yang tidak siap tanpa aba-aba.” – Sun Tzu (kecepatan adalah segalanya)

Dalam bisnis online, seperti dalam perang, kecepatan adalah segalanya. Produk yang pertamakali ada di pasar akan mendapatkan keuntungan daripada produk pengikutnya. Pastikan Anda masuk pasar lebih cepat dari pesaing Anda, dan kalau perlu, menciptakan kategori baru. Industri farmasi biasanya sangat memahami jargon ini. Bagi pabrik obat, menemukan paten obat pertamakali akan memberi mereka keuntungan yang sangat besar.

Contoh bisnis lain adalah Apple yang terus menerus meluncurkan produk baru, inovatif, dan pertama di pasaran. Kita lihat bagaimana iPod, iPhone, dan iPad merevolusi kehidupan manusia tanpa memberi kesempatan bagi pesaing utama Apple seperti Microsoft dan Google untuk menciptakan produk yang sama. Ketika pesaing berhasil mencapai level teknologi yang sama, Apple sudah naik ke tingkatan berikutnya.

5. “Mereka yang jago dalam perang membawa lawan ke peperangan, bukan sebaliknya.” – Sun Tzu (kerjasama dengan orang lain demi meraih keuntungan)

Bekerjasama akan memberi kemampuan baru dan akses ke pasar dengan lebih cepat. Menguasai paten yang vital, dan brand yang kuat dalam beberapa bidang akan memberi keuntungan yang besar. Contoh Apple yang dikenal sebagai “raja paten”, membuat pesaingnya di industri smartphone dan tablet menjadi kesulitan untuk berkembang. Contoh bisnis online lainnya adalah Google dengan search engine-nya. Bahkan “Googling” telah menjadi kata resmi untuk menggambarkan mencari sesuatu di internet. Entah kita memakai Bing atau Yahoo sebagai search engine-nya, istilah yang dipakai akan tetap “Googling”, bukan “Binging” atau “Yahooing”.

6. “Ketika seorang pemimpin memperlakukan orang dengan kebajikan, keadilan, dan kebenaran, serta percaya pada mereka, maka pasukan akan bersatu dalam pikiran, dan akan bahagia melayani pemimpinnya.” – Sun Tzu

Bagi para pemimpin yang ingin menerapkan strategi Sun Tzu dan berhasil dalam bisnis online maupun offline, tidak hanya dibutuhkan kecerdasan, tapi juga karakter. Kecerdasan tanpa karakter yang kuat akan membuat Anda dibenci. Dengan gabungan antara kecerdasan dan karakter yang kuat, pemimpin akan dihormati oleh anak buahnya dan membuat mereka bekerja lebih keras. Bill Gates terkenal sangat paranoid terhadap persaingan. Hal tersebut membuat karyawan awal Microsoft ikut paranoid, membuat mereka bekerja sangat keras, terus berinovasi, dan mengalahkan pesaing mereka, meskipun mereka sudah berada di atas sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *