Sejarah Pengertian Pondok Pesantren

Sejarah Pengertian Pondok Pesantren

Posted on

Sejarah pengertian pondok pesantren, berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya tersebut, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Sehingga banyak dari masyarakat mencari rekomendasi pondok pesantren terbaik dan favorit untuk mendalami agama Islam dan Al Quran.

Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Para santri selanjutnya mempopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal ke mana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang muncul di zaman Walisongo.

Pesantren menurut kebanyakan orang merupakan sebuah tempat yang erat kaitannya dengan agama Islam dan para santri, jam belajar yang ketat dan jadwal lainnya yang sangat diatur dan dilaksanakan dengan kedisiplinan tinggi. Banyak orangtua yang menginginkan anak-anaknya untuk mendalami ilmu Al Quran di PIQ Singosari-Malang misalnya, mereka memperoleh pendidikan agama Islam secara maksimal dari seorang Kyai atau pengasuh.

Sejarah Pengertian Pondok Pesantren

Sejarah Pengertian Pondok Pesantren
Sejarah pengertian pondok pesantren yang merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang memiliki asrama dan banyak terdapat di Indonesia. Kebanyakan pesantren menyediakan asrama yang diperuntukkan bagi siswa atau biasa yang disebut santri dengan biaya tambahan. Berfungsi sebagai tempat untuk mempelajari dan mengaplikasikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu tak diragukan lagi memiliki keberhasilan dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Dalam bahasa Jawa, kegiatan belajar tiap hari di pondok pesantren yang dilakukan oleh para santriwan dan santriwati disebut dengan “mondok”. Salah satu alasan mereka melakukannya karena kewajiban menuntut ilmu, terutama ilmu untuk mengenal Allah Ta’ala. Dalam kegiatan belajar mengajar, para santri diajari tentang ilmu Al-Quran, hadist, bahasa Arab, fiqh, akhlak dan cabang pelajaran agama Islam lainnya.

Pesantren berdasarkan pengertian aslinya dimaknai sebagai tempat menuntut ilmu agama dengan menggunakan model asrama. Apabila ada santri yang belajar di pondok pesantren, maka mereka akan tinggal dalam rentang waktu tertentu dan tidak setiap hari pulang ke rumah. Meski tidak sedikit dari para santri, sebutan untuk pelajar yang belajar di pesantren, yang pulang ke rumah setiap hari.

Pertumbuhan pondok pesantren di Indonesia cukup pesat. Meskipun jika dirunut, pesantren memiliki sejarah panjang yang tak dapat dipisahkan dengan sejarah Walisongo. Biasanya yang terjadi setelah para santri lulus dari pondok pesantren tertentu, mereka akan mendirikan pondok pesantren di daerah asal mereka. Itulah salah satu alasan cepatnya perkembangan pondok pesantren yang cukup signifikan.

Dalam sejarah pondok pesantren di Indonesia, banyak kyai yang memiliki keluarga yang melayani sebuah pondok pesantren, mulai dari kakek buyut sampai cicitnya. Pada masa perjuangan kemerdekaan, peran pesantren cukup besar dalam mendukung perlawanan menghadapi penjajah. Pesantren biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin agama atau yang biasa dikenal dengan nama kyai atau pengasuh. Kyai merupakan orang yang sangat berperan dalam agama dan dihormati oleh para santri maupun orang-orang di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *