Pergaulan bebas dan zina menurut Islam

Pergaulan Bebas dan Zina Menurut Islam

Posted on

Pergaulan bebas dan zina menurut Islam sebenarnya sudah banyak diketahui oleh para generasi muda maupun tua. Namun dalam prakteknya, tentu banyak yang masih diperbudak nafsu dan syetan. Gaya hidup glamour dan tak mencerminkan akhlak mulia, seperti pesta narkoba, judi online, selingkuh, mabuk miras oplosan dan banyak lagi merupakan hal yang biasa terjadi di lingkungan sekitar. Terutama bagi mereka yang hidupnya hanya mementingkan urusan perut dan dibawah perut. Jika seseorang gemar melakukan maksiat, maka akan sulit menerima nasehat baik karena hatinya sudah gelap.

Solusi pergaulan bebas dan zina menurut agama Islam bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara meningkatkan ketakwaan agar selalu terjaga dari perbuatan nista. Tiap perbuatan baik ataupun buruk, tentu ada balasannya. Lucunya sebagian besar dari mereka yang melakukan perbuatan zina dan hamil diluar nikah tidak mau bertanggung jawab. Karena malu dengan masyarakat sekitar dan tidak punya pekerjaan tetap alias pengangguran, maka pada akhirnya membunuh bayi yang dikandung dengan melakukan aborsi.

Kebebasan memang identik dengan hal negatif dan remaja. Karena kaum muda cenderung banyak bergaul, mencari relasi, pacaran, penasaran dengan banyak hal, melakukan aktivitas terselubung dan banyak lagi. Hal tersebut memungkinkan untuk melakukan sesuatu yang tidak terkendali, yakni kebebasan yang menyebabkan kaum muda terjerumus pada hal-hal negatif. Diartikan sebagai pergaulan yang lepas kontrol dan tanpa norma. Hal tersebut disebabkan adanya hubungan yang tidak mengindahkan segi norma dalam interaksi. Masalah penyalahgunaan narkoba, maksiat dan zina pada akhirnya mereka lakukan tiap ada kesempatan.

Pergaulan Bebas Menurut Islam

 

Zina dan pergaulan bebas berhubungan erat dengan makin banyaknya remaja yang penasaran dengan foto bugil, dunia malam, dugem dan banyak lagi. Dalam usia remaja ini biasanya seseorang sangat tak stabil, gampang terpengaruh terhadap godaan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak. Jika tidak diimbangi dengan pondasi agama Islam yang kuat, maka akan mengalami krisis moral atau melanggar MohLimo.

Faktanya banyak terjadi perbuatan yang mendekatkan mereka menjadi akrab dengan hal-hal yang negatif dan tidak sesuai dengan Al Quran. Kecenderungan psikologis kaum muda yang lebih egois dan kurang memikirkan akibat membuatnya tidak lagi menghiraukan dan mendengarkan perkataan atau nasehat orang lain. Walaupun tampak remeh, namun aktivitas di dalamnya merujuk pada hal-hal buruk berupa main judi, seks bebas, mesum dan narkoba.

Masalah akan timbul sebab kurangnya bimbingan dan perhatian dari orang tua, sehingga pergaulan bebas semakin meningkat terutama di pusat hiburan kota-kota besar. Dengan tersedianya konten seksual dalam film, majalah, internet dan sosial media ternyata mendorong para remaja untuk melakukan perbuatan zina, mereka beranggapan bahwa hubungan seks diluar nikah merupakan sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa pun yang penting kepuasan nafsu birahi bisa terpenuhi.

 

Tidak ada asap bila tidak ada api, begitulah pepatah mengatakan. Artinya, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada sebabnya. Begitu pula dengan zina dan pergaulan bebas. Semakin banyak para remaja disuguhi konten seks di media elektronik dan dunia maya, maka mereka akan semakin berani mencoba perbuatan zina di waktu masih muda. Tidak mengherankan kalau tingkat kehamilan di luar nikah, penyakit kelamin dan virus HIV AIDS menyebar cepat.

Penyebab yang paling mendasar adalah kurangnya penanaman nilai-nilai agama Islam dan kurang perhatian dari orang tua, sehingga mudah terjerumus pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan rutin melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Kemudian terjadi kehamilan dan pada keadaan ketidaksiapan berumah tangga dan untuk mengatasi terlanjur bunting lalu mereka melakukan aborsi, itung-itung menghilangkan jejak. Perempuan lebih cenderung berbuat nekat jika kadung bunting karena zina.

Zina atau Seks Bebas Menurut Islam

Pergaulan bebas dan zina menurut Islam

Zina akan membawa akibat buruk kepada pelakunya, bukan saja di akhirat kelak, tetapi juga di dunia. Timbulnya gejala penyakit yang sukar diobati hingga kini membuktikan betapa dahsyatnya akibat dari dosa tersebut, yaitu HIV/AIDS. Penyakit yang sangat dahsyat kerana hingga kini, ahli pengobatan masih bingung dalam usaha mereka mencari penawarnya. Allah mengingatkan manusia di dalam Al Quran: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji yang membawa kepada kerusakan.” (Al Isra: 32)

Seks bebas semakin bayak dilakukan dilakukan karena kurangnya pemahaman terhadap hukum Islam, sebaliknya lebih tertarik meniru gaya hidup orang Barat yang mengutamakan pergaulan bebas. Manusia yang melanggar larangan Allah ialah golongan yang mengikuti dorongan hawa nafsu syahwat liar mereka dan juga diperbudak syetan. Karena iblis selalu menggoda anak Adam sehingga tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah.

Godaan syetan untuk mengajak anak Adam melakukan zina, pesta miras, selingkuh dan pergaulan bebas sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al Quran: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 21)

Solusi Pergaulan Bebas dan Zina

cara mengatasi Pergaulan Bebas dan Zina

Manusia sebagai makhluk sosial untuk dapat berinteraksi, berkomunikasi dalam banyak hal tanpa ada batasan demi mencapai kenikmatan seks di luar nikah. Lingkaran sosial dengan sebebas-bebasnya tanpa ada aturan atau ikatan yang menghalangi. Beberapa solusi untuk mencegah dan menjauhi hal tersebut diantaranya:

1. Berkumpul dengan para kyai, ustadz, ulama dan orang shalih akan menambah ilmu tentang agama Islam dengan cara menghadiri pengajian mereka. Sebagai benteng diri untuk selalu waspada terhadap godaan nafsu dan jebakan rayuan setan untuk berbuat zina dan pergaulan bebas.

2. Menghindari hal-hal yang mengarah kepada perbuatan zina, seperti berpacaran, cipokan, berpelukan dengan lawan jenis, menonton bokep atau membaca buku-buku yang di dalamnya terdapat konten dewasa. Melakukan pergaulan bebas akan menyebabkan orang tersebut terobsesi untuk lebih berani berbuat zina.

3. Membaca buku-buku keislaman yang secara spesifik mengingatkan pembacanya mengenai bahaya perzinaan. Dengan memahami bahayanya, seseorang akan menyadari pentingnya menghindari zina dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Memilih teman bergaul yang baik dan tidak suka mengunjungi tempat-tempat maksiat. Sebab, teman yang shalih akan menebarkan kebaikan kepada rekannya, serta saling mengingatkan tentang bahaya pergaulan dan seks bebas.

5. Membaca Al Quran dengan merenungi kandungannya, mempelajari hadits Nabi, kisah Islam dan mendengarkan nasihat ulama tentang pentingnya menjauhi segala macam dosa, termasuk zina dan pergaulan bebas.

6. Menjauhi tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk bergaul dengan bebas. Sekali terjebak ke tempat tersebut, maka tidak mudah untuk berhenti dari berbagai macam perbuatan dosa.

Pergaulan bebas dan zina menurut Islam bisa dicoba dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai rambu-rambu untuk berinteraksi yang tidak mengenal batasan dengan lawan jenis maupun sesamanya. Karena hidup di dunia hanyalah sementara, maka sebelum mati persiapkanlah bekal amal baik sebanyak-banyaknya.

One thought on “Pergaulan Bebas dan Zina Menurut Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *