Pengertian Akhlak Mulia

Pengertian Akhlak Mulia dan Terpuji

Posted on

Pengertian akhlak mulia dan terpuji adalah jiwa seseorang yang selalu mewarnai setiap tindakan dan perbuatannya, tanpa pertimbangan lama ataupun keinginan. Dalam beberapa kasus hal ini menjadi bagian dari watak dan karakter seseorang. Tapi, dalam kasus yang lain, merupakan perpaduan dari hasil proses latihan dan kemauan keras seseorang. Sifat jujur misalnya, bisa jadi telah tertanam dalam diri seseorang tanpa usaha membiasakan atau memaksakan diri untuk bersikap demikian. Dengan perilaku baik, karakter manusia didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan demi meraih kehidupan terbaik untuk berinteraksi dengan Allah dan makhlukNya.

Adapun ayat-ayat Al Quran tentang akhlak mulia, merupakan tuntunan dari Allah Ta’ala kepada manusia untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari demi menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat kelak. Selalu berusaha menjadi orang yang bertakwa dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Rasulullah SAW dikatakan memiliki semua potensi budi pekerti yang baik. Hal ini tersirat dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, “Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR Bukhari dan Ahmad).

Pengertian Akhlak Mulia dan Terpuji

Pengertian Akhlak Mulia

Akhlak Rasulullah SAW Adalah Al Quran, artinya gaya hidup beliau sesuai dengan Al Quran. Istilah akhlak sesungguhnya memiliki makna yang luas meliputi pelbagai aspek yang dimulai dari berhubungan dengan Allah, hingga kepada sesama makhluk biotik dan nonbiotik. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, seorang ulama membaginya dalam dua klasifikasi; akhlak mulia kepada Allah SWT dan kepada para makhluk ciptaan-Nya.

Akhlak mulia kepada Allah bermakna meyakini segala sesuatu yang berasal dari manusia yang tentunya memungkinkan terjadinya kesalahan sehingga perlu memohon ampunan. Adapun segala sesuatu yang berasal dari Allah SWT patut disyukuri. Jadi, kita harus senantiasa bersyukur, memohon ampunan-Nya, mendekat kepada-Nya, serta berusaha menelaah dan berbenah diri.

Akhlak mulia kepada makhluk terangkum dalam dua hal, yaitu banyak mengulurkan tangan untuk amal kebajikan serta menahan diri dari perkataan dan perbuatan tercela. Kedua hal ini mudah dilakukan jika memiliki lima syarat, yaitu ilmu, kemurahan hati, kesabaran, kesehatan jasmani, dan pemahaman yang benar tentang Islam.

Definisi akhlak mulia adalah sebagai tabiat dari pengertian nilai baik, buruk, seharusnya benar, salah dan sebaginya tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu yang membuat jiwa melakukan perbuatan baik atau buruk. Imam Ghazali menuturkan bahwa sebagian ulama menyebutkan beberapa ciri akhlak mulia, diantaranya merasa malu untuk melakukan keburukan, tidak senang menyakiti, berkelakuan baik, dan berkata jujur.

Contoh Akhlak Mulia dan Terpuji

Dengan belajar kepada orang alim atau ulama, umat Muslim bisa mengenal dan membentuk akhlak Islam dalam kehidupan sesuai tuntunan Al Quran dan Hadits. Kesederhanaan adalah sikap kemudahan memberikan sesuatu kepada orang lain sehingga menjadikan nafsunya bersedia mengikuti kata hati yang baik. Fisik yang sehat dibutuhkan karena Allah telah menciptakan manusia dengan karakteristik mudah mencerna dan cepat meresap nilai-nilai moral kebajikan. Berikut ini adalah contoh akhlak mulia dan terpuji:

1. Bertakwa
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Ah Ahzab:70)

2. Menjauhi Zina
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji yang membawa kepada kerusakan.” (Al Isra: 32)

3. Tidak Minum Miras (Khamar) dan Berjudi
“Hai orang–orang yang beriman sesungguhnya khamar, berjudi, berhala dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian dengan khamr dan judi, menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al Maidah: 90-91)

4. Berbakti Kepada Orang Tua
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al Isra: 23)

5. Sedekah
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti dengan sebiji/sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai (bulir), pada tiap-tiap tangkai pula ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah: 261)

6. Jujur
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik.” (Az-zumar: 33-34)

7. Sabar
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (Al-Anfal: 46)

Untuk lebih memahami pengertian akhlak mulia atau terpuji, hendaknya belajar agama Islam dengan serius juga dibutuhkan karena hal dasar berperilaku baik. Dengan begitu, semakin mudah pula melewati proses latihan menjadi hamba yang berakhlakul karimah. Di samping itu, manusia semakin mudah meraih ketentraman hati dan kebahagiaan di dunia akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *