Panduan shalat gerhana matahari dan bulan, GMT akan terjadi ketika bulan berada diantara bumi dan matahari sehingga menghalangi cahaya dari matahari. Cahayanya membahayakan mata, sehingga diperlukan cara aman melihat gerhana. Bayangan bulan dapat melindungi cahaya matahari walaupun besarnya tidak sebesar matahari tapi karena jaraknya yang lebih dekat dengan bumi, yaitu 384.400 kilometer dibandingkan dengan matahari yang jarak dengan bumi adalah 149.680.000 kilometer. Gerhana merupakan fenomena alam di angkasa yang terjadi secara alami, namun dalam selang waktu yang cukup lama, kejadian ini dapat terulang kembali. Definisi dari gerhana yakni peristiwa yang menyebabkan tertutupnya sebuah objek langit, lantaran ada benda atau objek langit yang lainnya melintas di depannya. Kejadian alamiah seperti gerhana matahari terjadi karena sinar matahari terhalang oleh keberadaan bulan segaris dengan matahari. Itu terjadi pada saat bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Sementara kita mengetahui bahwa matahari adalah sumber sinar dan bulan memantulkan sinar matahari berupa cahaya ke bumi. Mengamati gerhana matahari memerlukan pelindung mata khusus atau dengan memakai metode melihat gerhana secara tak langsung. Kacamata sunglasses tidak aman dipakai karena tidak menyaring radiasi inframerah yang bisa membuat retina mata rusak. Kacamata tak termasuk di dalamnya karena tidak akan bisa menyaring infrared yang akan merusak retina mata. Panduan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan Pada saat terjadi gerhana matahari, maka pada umumnya umat Islam akan melakukan shalat yang khusus untuk gerhana matahari. Pada waktu itu, Rasulullah SAW bergegas menuju masjid di mana para sahabat telah berkumpul. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa tersebut menghubung-hubungkan gerhana matahari dengan kematian putra Rasulullah SAW. Mereka berkata, "Sungguh, gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim." Setiba didalam masjid, Rasulullah SAW memerintahkan kepada salah seorang sahabat untuk menyerukan kalimat, "Ash-shalaatu jami'ah," panggilan untuk mendirikan shalat secara berjamaah (HR. Muslim dan Nasa'i). Demikianlah kisah dibalik pelaksanaan shalat gerhana matahari atau shalat khusuf pertama yang terjadi dimasa Rasulullah SAW. Berbeda dengan shalat wajib dan shalat sunnah lainnya, shalat gerhana matahari dikerjakan dalam dua rakaat dengan empat kali rukuk; terdapat dua kali rukuk dan dua kali sujud dalam setiap rakaat. Berikut panduan shalat gerhana matahari dan bulan: 1. Niat 2. Takbiratul ihram 3. Al Fatihah dan membaca surat dengan suara jahr. 4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya. 5. I’tidal 6. Setelah i’tidal, tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua lebih singkat dari yang pertama. 7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya. 8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal). 9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali. 10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya. 11. Tasyahud. 12. Salam. Gerhana matahari terdiri dari tiga jenis, di antaranya gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. Yang dimaksud dengan gerhana matahari total adalah ketika piringan matahari tertutupi seluruhnya oleh piringan bulan. Ketika itu, piringan matahari akan sama besarnya dengan piringan bulan yang akan berubah besarnya sesuai dengan jarak masing-masing antara bumi dan matahari atau bumi dan bulan

Panduan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan

Posted on

Panduan shalat gerhana matahari dan bulan, GMT akan terjadi ketika bulan berada diantara bumi dan matahari sehingga menghalangi cahaya dari matahari. Cahayanya membahayakan mata, sehingga diperlukan cara aman melihat gerhana. Bayangan bulan dapat melindungi cahaya matahari walaupun besarnya tidak sebesar matahari tapi karena jaraknya yang lebih dekat dengan bumi, yaitu 384.400 kilometer dibandingkan dengan matahari yang jarak dengan bumi adalah 149.680.000 kilometer.

Gerhana merupakan fenomena alam di angkasa yang terjadi secara alami, namun dalam selang waktu yang cukup lama, kejadian ini dapat terulang kembali. Definisi dari gerhana yakni peristiwa yang menyebabkan tertutupnya sebuah objek langit, lantaran ada benda atau objek langit yang lainnya melintas di depannya.

Kejadian alamiah seperti gerhana matahari terjadi karena sinar matahari terhalang oleh keberadaan bulan segaris dengan matahari. Itu terjadi pada saat bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Sementara kita mengetahui bahwa matahari adalah sumber sinar dan bulan memantulkan sinar matahari berupa cahaya ke bumi.

Mengamati gerhana matahari memerlukan pelindung mata khusus atau dengan memakai metode melihat gerhana secara tak langsung. Kacamata sunglasses tidak aman dipakai karena tidak menyaring radiasi inframerah yang bisa membuat retina mata rusak. Kacamata tak termasuk di dalamnya karena tidak akan bisa menyaring infrared yang akan merusak retina mata.

Panduan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan

Panduan shalat gerhana matahari dan bulan, GMT akan terjadi ketika bulan berada diantara bumi dan matahari sehingga menghalangi cahaya dari matahari. Cahayanya membahayakan mata, sehingga diperlukan cara aman melihat gerhana. Bayangan bulan dapat melindungi cahaya matahari walaupun besarnya tidak sebesar matahari tapi karena jaraknya yang lebih dekat dengan bumi, yaitu 384.400 kilometer dibandingkan dengan matahari yang jarak dengan bumi adalah 149.680.000 kilometer. Gerhana merupakan fenomena alam di angkasa yang terjadi secara alami, namun dalam selang waktu yang cukup lama, kejadian ini dapat terulang kembali. Definisi dari gerhana yakni peristiwa yang menyebabkan tertutupnya sebuah objek langit, lantaran ada benda atau objek langit yang lainnya melintas di depannya. Kejadian alamiah seperti gerhana matahari terjadi karena sinar matahari terhalang oleh keberadaan bulan segaris dengan matahari. Itu terjadi pada saat bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Sementara kita mengetahui bahwa matahari adalah sumber sinar dan bulan memantulkan sinar matahari berupa cahaya ke bumi. Mengamati gerhana matahari memerlukan pelindung mata khusus atau dengan memakai metode melihat gerhana secara tak langsung. Kacamata sunglasses tidak aman dipakai karena tidak menyaring radiasi inframerah yang bisa membuat retina mata rusak. Kacamata tak termasuk di dalamnya karena tidak akan bisa menyaring infrared yang akan merusak retina mata. Panduan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan Pada saat terjadi gerhana matahari, maka pada umumnya umat Islam akan melakukan shalat yang khusus untuk gerhana matahari. Pada waktu itu, Rasulullah SAW bergegas menuju masjid di mana para sahabat telah berkumpul. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa tersebut menghubung-hubungkan gerhana matahari dengan kematian putra Rasulullah SAW. Mereka berkata, "Sungguh, gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim." Setiba didalam masjid, Rasulullah SAW memerintahkan kepada salah seorang sahabat untuk menyerukan kalimat, "Ash-shalaatu jami'ah," panggilan untuk mendirikan shalat secara berjamaah (HR. Muslim dan Nasa'i). Demikianlah kisah dibalik pelaksanaan shalat gerhana matahari atau shalat khusuf pertama yang terjadi dimasa Rasulullah SAW. Berbeda dengan shalat wajib dan shalat sunnah lainnya, shalat gerhana matahari dikerjakan dalam dua rakaat dengan empat kali rukuk; terdapat dua kali rukuk dan dua kali sujud dalam setiap rakaat. Berikut panduan shalat gerhana matahari dan bulan: 1. Niat 2. Takbiratul ihram 3. Al Fatihah dan membaca surat dengan suara jahr. 4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya. 5. I’tidal 6. Setelah i’tidal, tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua lebih singkat dari yang pertama. 7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya. 8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal). 9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali. 10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya. 11. Tasyahud. 12. Salam. Gerhana matahari terdiri dari tiga jenis, di antaranya gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. Yang dimaksud dengan gerhana matahari total adalah ketika piringan matahari tertutupi seluruhnya oleh piringan bulan. Ketika itu, piringan matahari akan sama besarnya dengan piringan bulan yang akan berubah besarnya sesuai dengan jarak masing-masing antara bumi dan matahari atau bumi dan bulan

Pada saat terjadi gerhana matahari, maka pada umumnya umat Islam akan melakukan shalat yang khusus untuk gerhana matahari. Pada waktu itu, Rasulullah SAW bergegas menuju masjid di mana para sahabat telah berkumpul. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa tersebut menghubung-hubungkan gerhana matahari dengan kematian putra Rasulullah SAW. Mereka berkata, “Sungguh, gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim.”

Setiba didalam masjid, Rasulullah SAW memerintahkan kepada salah seorang sahabat untuk menyerukan kalimat, “Ash-shalaatu jami’ah,” panggilan untuk mendirikan shalat secara berjamaah (HR. Muslim dan Nasa’i). Demikianlah kisah dibalik pelaksanaan shalat gerhana matahari atau shalat khusuf pertama yang terjadi dimasa Rasulullah SAW.

Berbeda dengan shalat wajib 5 waktu dan shalat sunnah lainnya, shalat gerhana matahari dikerjakan dalam dua rakaat dengan empat kali rukuk; terdapat dua kali rukuk dan dua kali sujud dalam setiap rakaat. Berikut panduan shalat gerhana matahari dan bulan:

1. Niat

2. Takbiratul ihram

3. Al Fatihah dan membaca surat dengan suara jahr.

4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

5. I’tidal

6. Setelah i’tidal, tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

11. Tasyahud.

12. Salam.

Gerhana matahari terdiri dari tiga jenis, di antaranya gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. Yang dimaksud dengan gerhana matahari total adalah ketika piringan matahari tertutupi seluruhnya oleh piringan bulan. Ketika itu, piringan matahari akan sama besarnya dengan piringan bulan yang akan berubah besarnya sesuai dengan jarak masing-masing antara bumi dan matahari atau bumi dan bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *