iblis diusir karena sombong

Masih Bersikap Sombong? Ingatlah Iblis Diusir Dari Surga

Posted on

Masih bersikap sombong? ingatlah iblis diusir dari surga, kesombongan memiliki sinonim dengan kata takabur dan angkuh, yakni menolak kebenaran dan selalu mempunyai sikap yang menganggap lebih rendah makhluk lain. Sifat yang harus dihapus dari setiap manusia karena akan berakibat fatal. Ketika Allah memerintahkan para malaikat penduduk langit untuk bersujud kepada manusia, maka semua malaikat bersujud menghormat kepada Adam ‘alaihissalam. Akan tetapi Iblis tidak mau ikut bersujud dan lebih memilih durhaka terhadap perintah Allah Swt.

Ketika akhlak buruk mulai menjelma dalam bentuk pembangkangan kepada Allah ta’ala, sifat sombong yang membuat antipati untuk mengakui kelebihan orang lain, bangga dengan dosa dan menutup diri dari kebenaran. Dalam beberapa ayat di bawah terdapat penjelasan bahwa Iblis tidak mau bersujud lantaran merasa sombong alias takabur dan memandang rendah manusia.

Masih Bersikap Sombong? Ingatlah Iblis Diusir Dari Surga

iblis diusir karena sombong

Allah telah menciptakan Nabi Adam dari tanah. Tanah yang dibentuk dengan sedemikian rupa sehingga sempurna bentuknya, lalu Allah meniupkan ruh padanya sehingga jadilah makhluk hidup yang bernyawa bernama manusia dengan dibekali akal yang membuatnya unggul atas malaikat. Allah Ta’ala mengusir dari surga karena kesombongan Iblis, hal ini sesuai dengan ayat Al-Quran: “Ia enggan dan takabur dan ia golongan orang-orang yang kafir”. (QS. Al-Baqarah:34).

Iblis merupakan makhluk Allah, dalam firman Nya: “dia adalah dari golongan Jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya (QS. Al-Kahfi ayat 50). Jadi Iblis adalah salah satu makhluk dari kalangan Jin. Sebenarnya ada perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah Iblis itu termasuk Malaikat atau dari kalangan bangsa Jin. Namun pendapat yang kuat adalah yang menyatakan Iblis adalah dari kalangan Jin. Karena nash (teks) dalam Al-Quran jelas mengatakan seperti itu. Lalu ulama sepakat bahwa Iblis diciptakan dari api dan menurut Mujahid seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in bahwa bapak moyang Jin adalah Jaan.

Mengapa Iblis tidak mau bersujud kepada Adam? Sesungguhnya ketidakmauan Iblis untuk bersujud kepada Adam ‘alaihissalam adalah karena dengki sombong. Hal ini jelas dari firman Allah di atas yaitu ketika Allah bertanya kepada Iblis: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis Menjawab “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dia dari tanah”.(QS. Al-A’raf 13).

Allah murka, mengusir Iblis dan melaknatnya: “Turunlah kamu dari surga itu; tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah! Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” Dalam ayat lain dikatakan pula kepadanya: “Sesungguhnya mulai sekarang kamu terlaknat sampai hari kiamat.”

Setelah Iblis diusir dan dilaknat serta dihinakan karena sombong, dia putus asa dari rahmat Allah, tidak bertobat dan memperbaiki kesalahan namun justru ingin balas dendam kepada Adam dan keturunannnya. Iblis berkata kepada Allah: Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan” para ulama menafsirkan: maksud beri tangguhkanlah saya sampai hari kebangkitan adalah berikanlah saya kehidupan sampai hari kiamat, artinya Iblis minta supaya tidak matikan oleh Allah kecuali telah datang hari kiamat. Permintaan ini dikabulkan oleh Allah.

Maka telah menjadi keputusan Allah bahwa Iblis akan terus hidup sampai hari kiamat, sebagaimana para malaikat. Setelah dikabulkan permintaannnya, Iblis menjelaskan alasannya yaitu supaya bisa menyesatkan anak keturunan Adam dari masa ke masa, sehingga setiap anak keturunan Adam pasti mendapat godaan dari Iblis atau bala tentaranya yaitu para Setan dari kalangan Jin dan manusia.

Iblis berjanji di hadapan Allah bahwasannya dia akan menjerusmuskan manusia ke dalam maksiat dengan segala kemampuannya, dia akan mendatangi manusia dari arah depan, belakang, kanan dan kiri dan bawah. Semua usaha penyesatan akan Iblis lakukan supaya anak keturuan adam tidak bersyukur kepada Allah, jauh dari shalat, tidak suka mengingat Allah, terjerumus ke dalam kesyirikan dan menjadi temannya di neraka Jahannam. Namun Iblis mengakui sendiri bahwa ia tidak akan mampu mengalahkan hamba Allah yang berakhlak mulia dan bertakwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.