Tanda Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan

Malam Lailatul Qadar dan Tandanya

Posted on

Malam lailatul qadar dan tandanya yang sering diburu pada waktu bulan bulan Ramadhan. Saat tersebut terasa spesial bagi umat muslim karena dialamnya diturunkan ayat suci Al Quran kepada Rasulullah SAW. Bagi mereka yang memiliki hajat atau keinginan tertentu, do’a yang dibaca biasanya dikhususkan untuk mempermudah apa yang menjadi keinginan mereka tersebut. Karena termasuk waktu mustajab, maka disarankan memperbanyak doa yang baik. Seperti munajat cinta kepada Allah Ta’ala minta istri sholehah, berdoa agar bisa berhenti onani/coli, dijauhkan dari perbuatan zina, disembuhkan dari kecanduan narkoba dan minuman keras/alkohol serta kemaksiatan lainnya.

Demi tanda malam lailatul qadar, umat muslim yang beriman akan terus meningkatkan amal ibadahnya. Mereka seolah tidak ingin melewatkan apa yang telah dikaruniakan oleh Allah Swt. Berbagai kebaikan dilakukan. Bila biasanya diluar Ramadhan, hati sedikit lebih pelit mengeluarkan sedekah, maka tidak pada bulan puasa tersebut. Selain itu, diturunkannya Al Quran di bulan Ramadhan, merupakan hari yang agung dan bersejarah. Turunnya kitab suci umat Islam tersebut merupakan titik awal dimulainya suatu perubahan yang lebih baik, dari kesesatan dan kedzaliman, menuju jalan yang lurus dan akhlak mulia.

Lailatul qadar disebut juga malam 1000 bulan. Tanda kedatangannya biasanya begitu hening dengan berbagai keistimewaan. Merupakan yang paling dinanti oleh umat muslim di seluruh dunia karena paling membahagiakan. Berbagai ucapan bulan Ramadhan dan aktivitas ibadah yang diselenggarakan, akan diikuti dengan sungguh-sungguh. Mereka bahkan mungkin akan mengajukan cuti dari pekerjaannya dan memfokuskan diri beribadah di bulan yang hanya datang setahun sekali tersebut.

Tanda Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan

Keistimewaan lailatul qadar pada dasarnya terletak dalam dua kemuliaan, yaitu turunnya Al Quran dan turunnya para malaikat dalam jumlah yang besar, termasuk di dalamnya malaikat Jibril. Para malaikat turun di malam itu dengan cahaya yang cemerlang penuh kedamaian dan kesejahteraan. Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan ucapan selamat kepada orang yang yang melaksanakan puasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah sunnah lainnya.

Malam lailatul qadar juga memiliki kebaikan daripada seribu bulan. Yaitu, semua amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki keseteraan dengan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan atau sama dengan amal ibadah selama 83 tahun dan 4 bulan. Waktu yang dianggap paling baik untuk melakukan amal kebaikan, seperti membaca Al Quran, bersedekah, dzikir dan banyak lagi. Selain itu, hanya diberikan kepada Nabi SAW dan umatnya dan tidak pernah diturunkan kepada nabi dan umat-umat sebelumnya.

Waktu Malam Lailatul Qadar
Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa kehadiran Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramadhan. Pendapat yang terakhir inipun berbeda-beda dalam hal tanggal kedatangannya. Ada yang berpendapat pada malam tanggal 27 Ramadhan, ada pula yang berpendapat terjadi pada tanggal 21, ada juga yang berpendapat tanggal 23, tanggal 25, dan tanggal 29. Ada juga yang berpendapat tanggal kedatangannya bergatian antara tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29, namun pendapat kebanyakan ulama adalah datangnya pada malam 27 Ramadhan.

Hal ini sebagaimana diceritakan bahwa Abu Yazid al-Bustami: Aku menyaksikannya hanya 2 kali sepanjang usiaku, yaitu tepatnya pada malam tanggal 27 Ramadhan. Penyusun kitab Haqaiqul Hanafi menjelaskan bahwa: Huruf Lailatul Qadar itu adalah 9 buah lafazd, dituturkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran sebanyak 3 kali, jadi kalau digabung 9 × 3 maka menjadi 27. Jadi jatuhnya kemungkinan besar pada malam 27 bulan Ramadhan. Akan tetapi karena adanya perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang kehadirannya yang jatuh pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir, sebab Nabi selalu menanti kehadirannya pada malam-malam ganjil sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramadhan.

Tanda Malam Lailatul Qadar
Tak ada seorang pun yang tahu kapan momen yang istimewa itu akan datang. Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu akan menghampiri hambanya. Terlebih, sebagai tamu agung, Lailatul Qadar hanya dianugerahkan kepada orang-orang yang mendapat taufik dan beramal saleh pada malam itu. Mengapa begitu? Supaya kita semakin giat mencarinya sepanjang hari, khususnya pada malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan. Untuk itulah, kedatangan malam lailatul qadar dan tandanya yang diberikan oleh mayoritas Ulama adalah sebagai berikut:

1. Udara tidak panas dan tidak pula dingin (sedang).
2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
3. Angin tenang, tidak ada awan dan tidak pula hujan.
4. Keesokan harinya, matahari terbitnya cerah, sinarnya tidak menyilaukan, karena banyaknya malaikat yang lalu lalang. Hal tersebut atas dasar salah satu hadits Nabi SAW ditanya tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadar. Beliau menjawab: Ialah malam yang cerah, pada malam itu tiada panas, tiada hujan, tiada angin, tiada bintang (meteor) diluncurkan (dilemparkan) dan paginya matahari terbit tidak dengan sinar yang menyilaukan.

Kenapa matahari sinarnya tidak menyilaukan atau sinarnya agak redup? Adakah ini terhalang oleh malaikat yang lalu lalang, padahal malaikat itu adalah makhluk yang terbuat dari nur. Syahrur Raudhl dalam kitabnya Fathul Wahhab menyatakan bahwa, bukannya terhalang, tetapi karena sinarnya kalah dengan cahaya para malaikat tersebut. Atau karena itu memang diciptakan oleh Allah SWT sebagai tanda-tandanya. Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar ini sangat diperlukan bagi seseorang, sebab siang hari setelah datangnya kehadirannya itupun masih disunnahkan beribadah dan sebagai bahan untuk tahun depan.

Malam lailatul qadar dan tandanya merupakan saat yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh setiap insan yang beriman kepada Allah Taala, dapat diibaratkan sebagai seorang tamu besar. Bagi seseorang yang mengetahui kedatangannya, hendaklah ia tetap diam sehingga orang lain tetap khusuk beribadah. Karena jika diberitahukan, maka tidak menutup kemungkinan akan mengganggu konsentrasi orang lain yang sedang beribadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *