Keajaiban Air Zam-zam yang Luar Biasa

Posted on

Keajaiban air zam-zam yang luar biasa memang sangat banyak, bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit berbahaya atau mencegah terjadinya penyakit yang tidak diinginkan. Merupakan minuman yang paling sehat dan tidak berbahaya karena dibutuhkan setiap hari oleh tubuh kita untuk menjaga kesehatan. Manfaat yang langsung dirasakan mungkin hanya menghilangkan haus pada saat siang atau malam hari. Namun lebih dari itu, memberikan dampak yang positif terhadap sisi lahir dan batin seseorang. Dari Ibnu Abbas RA, bahwasannya Nabi Muhammad SAW, bersabda yang artinya sebagai berikut “ Sebaik-baiknya air di permukaan bumi adalah air zam zam, di dalamnya terdapat makanan yang menyegarkan dan penawar bagi penyakit”.

Manfaat air zam-zam adalah mengandung mineral dan zat yang dibutuhkan tubuh, di antaranya kalsium, fosfat, magnesium dan sulfur. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter dari Yokohama Jepang, ia menemukan bahwa air zam-zam memiliki struktur yang unik dan memiliki “The true power of water” (kekuatan penyembuhan yang luar biasa). Dokter ini juga melakukan penelitian dengan menjadikan air zam zam mengkristal, lalu ia bedakan dengan air dari sumber lain. Yang terjadi adalah kristal air zam-zam membentuk konfigurasi terindah, teratur seperti berlian yang berkilauan dan memancarkan warna-warna yang indah.

Keutamaan dan keajaiban air zam-zam yang luar biasa:

  • Mata air zam-zam tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari terutama pada musim Haji.
  • Meminum air zam-zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah.
  • Disunahkan membawa air zam-zam pulang ke negerinya bagi jamaah Haji yang memang berasal dari luar Negara Arab, dan Rasulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah.
  • Air zam-zam merupakan air yang penuh berkah dan manfaat, seperti air surga.
  • Malaikat Jibril membasuh dan membersihkan hati Nabi SAW dengan air zam zam ketika peristiwa Ira’ Mi’raj.
  • Keajaiban air zam-zam adalah obat dari segala penyakit, baik penyakit jasmani dan rohani.
  • Abadi, Tidak akan kering hingga hari Kiamat, karena ia menjadi bukti keagungan dan kebenaran Allah.
  • Nabi saw menambahkan: “Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Diantara keajaiban air zam-zam, pada zaman dahulu pernah dihancurkan oleh Jurhum (satu kabilah dari Yaman), karena ketamakan mereka ingin menguasainya, Allah kemudian menutupnya dan menghilangkan tanda-tandanya hingga Abdul Muthalib kakek Rasulullah saw melihatnya dalam mimpi yang menjelaskan tempat sumur zam zam tersebut sehingga airnya dapat kita nikmati sampai hari ini.

Keajaiban air zam-zam yang  memiliki banyak keunikan, di antaranya telah melalui proses penyaringan secara alami melalui bebatuan dan lapisan pasir. Jika dilihat dari gambar satelit, tersambung dengan laut merah yang bersatu di bawah satu titik di bawah Ka’bah, maka tidak heran jika air ini tidak habis sepanjang zaman. Sebelumnya Rasulullah saw sudah terlebih dahulu melakukan hal itu, ketika kembali ke Madinah dengan membawa air zam-zam untuk dipercikkan kepada orang-orang yang sakit dan meminumkan airnya.

Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzar, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Ka’bah tanpa makan-minum, selain  zam-zam. “Siapa yang telah memberimu makan?” “Saya tidak punya apa-apa kecuali air zam-zam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan, “Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tidak menjadi kurus”. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: “Sesungguhnya,  air zam-zam sangat diberkahi,  ia adalah minuman yang mengandung gizi”.

Bentuk Sumur Zam-zam
Sumur Zam-zam memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Mata Air Zam-zam
Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air. Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.

Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Dahulu kala, zam-zam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitarnya. Uji pompa telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah pada perbukitan di sekitar Makkah.

Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarroh.

Keajaiban air zam-zam yang luar biasa adalah tidak pernah kering meskipun di musim panas dan letaknya di tengah padang pasir, hujan yang hanya turun beberapa kali saja dalam setahun, namun tidak membuat sumur ini surut. Air sumur yang ukurannya tidak lebih dari 4×5 meter sedalam 40-an meter ini tidak berhenti mengeluarkan airnya meskipun diminum berjuta-juta orang di seluruh dunia. Tidak hanya cukup sampai disitu, air zam-zam juga dijadikan hadiah untuk sanak keluarga, jika diperhitungkan sudah berapa juta liter air tersebut diminum, akan tetapi sebanyak apa pun diambil, airnya tidak akan pernah berkurang apalagi sampai mengering, maka Maha Benarlah Allah yang telah menciptakan segala sesuatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *