Jul 032016
 
Kopi Hijau Pelangsing Paling Efektif

Info mudik lebaran, tips bepergian dalam agama Islam. Menjelang hari raya Idul Fitri, banyak orang sudah bersiap-siap untuk pulang ke kampung halaman. Tentunya butuh persiapan yang matang supaya perjalanan lancar. Persiapan fisik merupakan salah satu faktor yang mendukung kelancaran dalam melakukan perjalanan, apalagi jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh sehingga menguras tenaga dan waktu. Keinginan untuk berjumpa kembali dengan orang-orang terdekat yang telah lama (minimal satu tahun terakhir) ditinggalkan itu lumrah adanya dan menjadi harapan banyak orang.

Tradisi mudik lebaran sebagai momentum untuk berbakti kepada orang tua dan sekaligus memperkokoh silaturrahmi. Memahami bahwa berbakti kepada orang tua dan memperkokoh silaturrahmi merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, maka bisa membuat satu kesimpulan bahwa mudik merupakan tradisi positif yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Adanya rasa kangen untuk mengunjungi (sowan) orang tua, keluarga, para guru, sanak-famili, handai-taulan, dan karib-kerabat setelah berpisah sebegitu lama.

Info Mudik Lebaran, Tips Bepergian Dalam Agama Islam

Info mudik lebaran

Masyarakat akan berbondong-bondong mudik untuk merayakan hari Lebaran di kampung halaman masing-masing. Ada yang menggunakan moda transportasi pesawat, bus antar kota antar provinsi, kapal laut, kereta, dan kendaraan pribadi. Banyak pula yang menggunakan sepeda motor sebagai transportasi andalan menuju kampung halaman. Berikut ini adalah info mudik lebaran, tips bepergian dalam agama Islam:

1. Siapkan diri
Sebelum melakukan mudik lebaran, sebaiknya tidur dulu selama 5-7 jam. Tidur cukup sangat diperlukan untuk menghimpun tenaga supaya tidak lemas selama dalam perjalanan. Terlebih lagi jika berperan sebagai orang yang mengemudikan kendaraan, maka tidur cukup sebelum mengemudi merupakan hal yang sangat penting. Menyiapkan stamina prima, cukup tidur, dan tidak terpengaruh miras serta narkoba. Selain itu selalu buat Anda dalam kondisi konsentrasi penuh ketika berkendara.

2. Pastikan kendaraan dalam keadaan prima
Servis dan ganti oli terlebih dahulu di bengkel resmi terdekat sebelum kendaraan dipacu ke kampung halaman. Selain itu pengecekan mobil seperti cek bensin, tekanan ban, rem serta instrumen lampu agar juga penting agar perjalanan mudik lebaran tidak terganggu. Jangan lupakan perangkat pengganti ban, dongkrak, ban cadangan, kunci roda, segitiga pengaman, kotak P3K, senter, serta sarung tangan pengaman khususnya bagi pengguna mobil.

3. Tidak melupakan shalat 5 waktu dengan cara shalat jamak
Shalat wajib 5 waktu merupakan keharusan umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun juga. Sabda Nabi SAW, “Rasulullah apabila bepergian sebelum matahari tergelincir, maka ia mengakhirkan salat duhur sampai waktu asar, kemudian ia berhenti lalu menjamak antara dua salat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu duhur) sebelum ia pergi, maka ia melakukan salat duhur (dahulu) kemudian beliau naik kendaraan (berangkat).” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Mendirikan shalat jamak yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu yang dilaksanakan dalam satu waktu. Misalnya, shalat Dzuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur atau pada waktu Ashar. Shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan pada waktu Maghrib atau pada waktu Isya’. Sedangkan Subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan shalat lain. Hal ini sangat efektif demi menghemat waktu pas melakukan perjalanan mudik lebaran.

Syarat Shalat Jamak
-Dalam perjalanan jauh minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar imam Maliki, Syafi’i dan Hambali)
-Perjalanan itu tidak bertujuan untuk maksiat.
-Dalam keadaan sangat ketakukan atau khawatir misalnya perang, sakit, hujan lebat, angin topan dan bencana alam.

Shalat Jama’ dengan 2 (dua) Cara :
a. Jama’ Taqdim (Jama’ yang didahulukan) yaitu menjama’ 2 (dua) shalat dan melaksanakannya pada waktu shalat yang pertama. Misalnya shalat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan pada waktu Dzuhur atau shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan pada waktu Maghrib.

b. Jama’ Ta’khir (Jamak yang diakhirkan), yaitu menjamak 2 (dua) shalat dan melaksanakannya pada waktu shalat yang kedua. Misalnya, shalat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan pada waktu Ashar atau shalat Maghrib dan shalat Isya’ dilaksanakan pada waktu shalat Isya’.

4. Cewek diharamkan bepergian tanpa disertai mahram
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bepergian dalam jarak sehari semalam, kecuali disertai mahramnya.” (Muttafaqqun ‘alaih).

5. Bawa barang bawaan yang efisien
Bawalah makanan dan minuman sebagai pelengkap bekal perjalanan mudik lebaran. Hindari membawa makanan yang mudah rusak/basi supaya tidak mengalami keracunan makanan. Jangan sampai mengurangi fungsi dan kestabilan saat berkendara karena membawa barang berlebihan. Sebaiknya membawa bekal secukupnya saja supaya barang bawaan tidak terlalu banyak dan perjalanan menjadi tidak nyaman.

Selain makan makanan yang bergizi, dianjurkan pula untuk mengonsumsi suplemen sebagai tambahan. Suplemen dari bahan alami seperti madu bisa menjadi pilihan. Hindari suplemen yang mengandung kafein karena hanya akan memberi kesegaran badan sesaat saja. Suplemen hanya bersifat sebagai tambahan, oleh karena itu jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bervitamin, seperti sayur dan buah.

6. Sunnah berangkat pada hari Kamis dan waktu Dhuha
Dari Ka’b bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam pergi menuju perang Tabuk pada hari Kamis, dan Beliau menyukai bepergian pada hari Kamis.” (Muttafaqqun ‘alaih).

7. Berdoa
Ketika mudik lebaran, disunnahkan memperbanyak do’a. Karena ketika bepergian merupakan salah satu saat mustab berdoa. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tiga jenis do’a yang dikabulkan dan tidak diragukan lagi, (yaitu) do’a orang yang dizhalimi, do’a orang yang bepergian dan orang tua (ayah) yang mendo’akan (kejelekan) atas anaknya.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan).

  One Response to “Info Mudik Lebaran, Tips Bepergian Dalam Agama Islam”

  1. Terima kasih penjelasannya

 Leave a Reply

(required)

(required)