Info Harga BBM Naik

Posted on

Info harga BBM naik baru-baru ini pastinya menjadi mimpi buruk masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia. Kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi bahan bakar minyak sangat besar seiring dengan meningkatnya kepemilikian kendaraan pribadi. Setiap kendaraan, rata-rata akan menghabiskan 1-5 liter bahan bakar setiap harinya.

Dengan dinaikannya harga BBM, tentu saja membuat polemik yang meresahkan sebagian besar masyarakat, pasalnya jika bahan bakar minyak bersubsidi mengalami kenaikan harga maka dapat dipastikan akan diikuti dengan kenaikan harga-harga barang lainnya mulai dari harga bahan pokok, baju, barang elektronik, produk kecantikan, makanan, obat herbal dan lainnya.

Harga BBM naik untuk jenis premium dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Sedangkan solar naik Rp 2.000 menjadi Rp 7.500 per liter. Harga baru ini berlaku mulai Selasa, 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.

Pengumuman harga BBM naik, dilakukan sendiri oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan para menteri di Kabinet Kerja. Kenaikan harga BBM ini mundur dari rencana yang sebelumnya bakal dilakukan pada awal November 2014. Turunnya harga minyak di pasar internasional membuat pemerintah harus kembali menghitung besaran kenaikan BBM subsidi.

Dengan adanya harga BBM naik, maka anggaran pendapatan negara maka dapat dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Misalnya untuk pembangunan infrastruktur, untuk program bantuan pendidikan dan kesehatan masyarakat dan untuk jangka panjangnya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Namun sayangnya hal tersebut belum dapat dilakukan oleh Indonesia.

Sejak dahulu kala banyak sekali negara asing yang mengincar Indonesia. Karena Nusantara merupakan salah satu negara penghasil minyak. Harga minyak Indonesia yang harga jualnya masih rendah dibandingkan dengan harga jual minyak negara lain, yang kemudian ketika selesai diolah Indonesia harus membelinya kembali dengan harga yang relatif cukup tinggi membuat subsidi bahan bakar minyak harus mengalami pengurangan yang dampaknya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tersebut.

Jika Indonesia memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengolah minyak mentah yang dihasilkan oleh Indonesia sendiri maka hal seperti harga minyak yang dihasilkan Indonesia tidak akan membuat atau menimbulkan polemik yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bahkan bukan hal yang tidak mungkin harga jual minyak hasil olahan Indonesia dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi ke negara lain. Sehingga dapat memberikan pemasukan bagi negara juga.

Untuk melengkapi info harga BBM naik, keterbatasan sumber daya manusia dan juga keterbatasan teknologi membuat Indonesia harus menjual minyak dalam bentuk mentah dan membelinya kembali setelah diolah oleh pasar minyak dunia. Dengan demikian masyarakat menganggap kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi bukanlah kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kondisi perekonomian dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.