Fakta Mengejutkan Tentang Zina dikalangan PSK

Posted on

Zina di Indonesia bukan hal yang baru lagi. Hasil riset berikut mengungkap detail profesi tersebut,

1. 5 dari 10, mengaku mulai bekerja menjadi PSK sejak umur 14 tahun.
2. 5 dari 10, mengaku tidak ada paksaan untuk menjadi PSK.
3. 9 dari 10, mengaku memiliki pendapatan setiap malamnya sebesar 9-15jt rupiah/malam.
4. 3 dari 10, memiliki keinginan untuk berhenti dan berencana berhenti 2 tahun ke depan.
5. 7 dari 10, bingung untuk berhenti atau tidaknya.
6. 4 dari 10, mengaku memiliki penyakit kelamin.
7. 9 dari 10, mengaku menikmati pekerjaannya.
8. 8 dari 10, mengaku memiliki pelanggan tetap.
9. 7 dari 10, mengaku belum pernah menceritakan pekerjaan kepada keluarganya alias rahasia pribadi.
10. 9 dari 10, lebih memilih menjadi PSK daripada menjadi pegawai kantor biasa.

Faktor Penyebab

1. PSK tidak mau berhenti dari profesinya karena penghasilannya yang luar biasa, siapa sih yang tidak mau dapat duit jutaan hingga belasan juta dalam semalam? tapi sayang, caranya yang salah.

2. Mereka tidak mau berhenti dari pekerjaannya karena mereka berpikir sudah terlanjur jauh mereka menjalani profesi di lembah hitam ini, “udah tanggung malu ya sekalian aja terusin malu nya” kata salah seorang PSK.

3. Sebagian PSK tidak punya keluarga dan dibuang dari keluarganya. Pendek kata, mereka stress dan untuk menghilangkan stressnya mereka kerja jadi PSK, “saya sudah tidak punya keluarga, siapa yang mau ngidupin gw? makanya saya kerja gini, kan cuma lulusan SD dulu” ungkap seorang PSK.

4. Memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, beberapa diantara PSK mengaku bekerja seperti ini untuk menutupi kebutuhan keluarganya yang kurang, untuk membayar hutang, dll. Bahkan ada yang mengaku untuk membiayai kuliah anaknya di luar negeri.

5. Menutupi biaya gaya hidup, gengsi yang tinggi di jaman modern ini yang membuat PSK tidak bisa berhenti dari kerjaannya, gaya hidup yang glamour membuat mereka harus tetap bertahan di lembah hitam ini.

6. Tuntutan nafsu dan syahwat. Mereka mengaku menikmati zina dengan pelanggannya, sehingga tidak bisa berhenti dari profesinya (hyperseks).

 “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (al-Israa’: 32)

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2010/01/15/2659/buruk-dan-hinanya-perbuatan-zina/;#sthash.g2aEJVY7.dpuf

http://www.kaskus.co.id/thread/531781f13ecb17815e8b45df

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.