Cerita Gay Kaum Nabi Luth

Cerita Gay Kaum Nabi Luth

Posted on

Cerita gay kaum Nabi Luth yang dihancurkan oleh Allah Ta’ala di zaman dahulu kala, bisa diambil pelajaran bagi manusia. Sebelum beliau datang, masyarakat Kota Sodom telah terkenal dengan moral dan akhlaknya yang sangat bejat. Mereka tidak mempunyai pegangan agama atau penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Maksiat dan kemungkaran merajalela dalam pergaulan hidup mereka. Pencurian dan pembegalan merupakan kejadian sehari-hari, di mana yang kuat menjadi penguasa, dan yang lemah menjadi korban penindasan.

Cerita gay yang berasal dari kaum Nabi Luth, sungguh memprihatinkan. Perbuatan maksiat yang paling menonjol dalam masyarakat Kota Sodom adalah prilaku seksualitasnya yang tidak normal. Para pria di kota ini lebih suka berhubungan dengan sesama jenis melalui anal seks. Padahal hampir-hampir tidak ditemukan seekor hewan jantan pun yang mengawini hewan jantan lain. Akan tetapi keanehan itu justru terdapat pada manusia yang telah rusak akalnya dan menggunakan akal tersebut untuk berbuat kejelekan.

Cerita Gay Kaum Nabi Luth

Cerita Gay Kaum Nabi Luth

Allah Ta’ala mengutus Nabi Luth untuk menyadarkan kaum gay dan lesbian agar segera bertaubat. Puluhan tahun beliau membimbing dan menyadarkan mereka namun hanya segelintir saja yang sadar, sedang sebagian besar mereka tetap bahkan makin menjadi-jadi. Lebih dari itu, beliau memperingatkan bahwa ‘bencana akan segera diturunkan jika mereka tidak berhenti dari perbuatan itu’ justru ditanggapi dengan tantangan agar kutukan Tuhan ditimpakan kepada diri mereka sendiri karena mereka tak peduli.

Nabi Luth akhirnya menyadari kalau mereka tidak dapat diberi peringatan atau pengertian lagi. Mereka bagai virus mematikan yang terus menginfeksi sekelilingnya dan tak ada cara lain kecuali dengan membasmi mereka alias dimusnahkan. Selain itu, kaum gay merasa tidak nyaman dengan dakwah-dakwah Nabi Luth, mereka memutuskan untuk segera mengusirnya.

Para Tamu Misterius

Allah SWT yang Maha Sempurna mengutus malaikatNya untuk menghukum kaum keras kepala tersebut dengan menjelma sebagai laki-laki rupawan. Mereka pun mengetuk pintu rumah Nabi Luth, kemudian membukakan pintu dan melihat wajah tampan para tamunya tersebut. Di satu sisi beliau ingin menyambut tamunya dengan penuh keramahtamahan, namun disisi lain dia sangat khawatir akan keselamatan tamunya itu. Karena Nabi Luth tahu benar bagiamana tak bermoralnya kaumnya terlebih lagi bila berjumpa orang tampan.

Nabi Luth berpesan kepada isterinya dan puterinya agar tidak bercerita tentang kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Akan tetapi isteri Nabi Luth yang memang juga tidak normal alias suka sesama jenis pula, sehingga membocorkan berita kedatangan para tamu dan terdengarlah oleh pemuka-pemuka mereka bahwa Luth kedatangan tamu remaja-remaja yang tampan parasnya dan memiliki tubuh yang sangat menarik bagi para kaum gay.

Terjadilah apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja tampan di rumah beliau, kemudian berdatanganlah kaum gay ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan.

Cerita gay kaum Nabi Luth yang diberi nasihat oleh beliau agar meninggalkan kemaksiatan yang bertentangan dengan kodrat manusia, di mana Tuhan telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi. Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan siksaan Allah.

Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tak dipedulikan kaum gay, mereka bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumahnya dengan paksa jika tidak di buka. Merasa bahwa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang yang penuh dengan nafsu ngeseks dengan sesama jenis dari kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan.

Sehingga berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya, “Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tamu-tamuku dirumahku sendiri.

Begitu Nabi Luth selesai mengucapkan keluh-kesahnya, para tamu segera mengenalkan identitasnya, bahwa mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepadanya dan bahwa mereka datang ke Sodom untuk melaksanakan tugas menurunkan azab dan siksa atas kaumnya yang membangkang dan enggan membersihkan diri dari segala kemungkaran yang keji dan kotor.

Kepada Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang-orang yang haus seks dengan sesama jenis itu untuk masuk. Namun malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menjejakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. Mereka mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta.

Sementara para kaum gay menyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau balau berbentur antara satu dengan lain berteriak-teriak menanya-nanya gerangan apa yang menjadikan mereka buta dengan mendadak, para tamu jelmaan malaikat berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan tersebut bersama keluarganya, karena waktunya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan.

Dihancurkannya Kaum Gay

Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang. Setelah kepergian tamu malaikat dari rumah beliau, Nabi Luth keluar pada waktu tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya. Segera berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan dan kiri, sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.

Akan tetapi si isteri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri.

Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya pergi meninggalkan batas kota Sodom, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya menggoncang kaum gay, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq tersebut. Getaran kilat mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu api yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sodom berserta semua penghuninya.

Cerita gay kaum nabi luth ditutup oleh ayat Al Quran yang berbunyi, “Maka tatkala datang azab Kami, “Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (Hud: 82-83). Demikianlah ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pelajaran dan ibroh bagi hamba-hamba-Nya di zaman sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *