Cara Mudah Meninggalkan Maksiat

Posted on

Cara mudah meninggalkan maksiat adalah usaha untuk kembali kejalan yang benar sesuai Al Quran. Tentunya bukan bukan pekerjaan yang ringan, namun tidaklah sulit. Hal tersebut lebih berat daripada mengerjakan perintah Allah dan Rasul-Nya, karena akhlaq yang baik lebih disukai oleh setiap orang, tetapi meninggalkan maksiat hanya dapat dilaksanakan oleh mereka yang telah diberi hidayah dan taufiqNya. Jika tidak karena iman, bukan mustahil akan mudah bermaksiat di hadapan Allah baik dengan terang-terangan atau tersembunyi. Bahkan di saat istirahat dan di tempat yang kita anggap aman dari gangguan mata, masih saja ada kesempatan bermaksiat. Kesempatan terbuka luas.

Karena godaan tidak meninggalkan maksiat ada di mana-mana. Media elektronik seperti televisi, handphone, gadget, laptop, internet dan sebagainya merupakan alat yang paling mudah untuk melakukan perbuatan dosa. Teman, orang luar, bahkan diri sendiri. Di kantor, di kampus, di jalan, bahkan di rumah sendiri, fasilitas maksiat tersedia. “Tiada hari tanpa maksiat”, kata ini mungkin lebih tepat untuk suasana hidup di zaman modern.

Setiap manusia berkuasa penuh atas anggota tubuh, pikiran dan jiwa mereka. Akan tetapi, terkadang begitu susah menggendalikan apa yang menjadi milik mereka itu. Tangan, mata, kaki dan anggota tubuh yang lain, kerap bergerak diluar kendali, yang tak jarang bertentangan dengan idealisme atau nilai-nilai keyakinan yang dianut dan diyakini. Padahal semua anggota tubuh tersebut, kelak akan menjadi saksi atas segala perbuatan masing-masing di Padang Mahsyar.

Firman Allah SWT: “Pada hari ini (Kiamat) Kami tutup mulut-mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan (di dunia dahulu).” (Yasin: 65).

Apabila seseorang menjalankan sesuatu tindak maksiat, maka sebenarnya ia melakukan maksiat itu dengan menggunakan anggota badannya. Orang yang seperti ini sejatinya telah menyalahgunakan nikmat anggota tubuh yang telah dianugerahkan Allah pada dirinya. Dalam bahasa lain dapat dikatakan, ia telah berkhianat atas amanah yang telah diberikan kepadanya. Di bawah ini beberapa cara mudah meninggalkan maksiat, bila dijalankan secara sungguh-sungguh, insya Allah membawa faedah:

1. Menjaga Mata
Peliharalah mata dari menyaksikan pemandangan yang diharamkan oleh Allah SWT seperti melihat perempuan yang bukan mahram. Hindari atau minimal kurangi pelan-pelan tinggalkan sejauh-jauhnya melihat gambar-gambar yang dapat membangkitkan hawa nafsu. Termasuk menjaga mata, janganlah memandang orang lain dengan pandangan yang rendah (sebelah mata/menghina) dan melihat keaiban orang lain.

2. Menjaga Telinga
Menjaga telinga dari mendengar perkataan yang tidak berguna seperti: ungkapan mesum/kotor/jahat. Poin kesatu dan kedua ini menjadi tidak mudah di saat di mana gosip telah menjadi komuditas ekonomi. Gosip telah menjadi kejahatan berjamaah yang dianggap hal yang lumrah dilakukan dan wajib ditonton dan disimak. Kehadirannya disokong dana yang tidak sedikit, dimanajeri, ada penulis skenarionya, ada kepala produksinya, ada reporternya dan seterusnya.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yang mendengar (seseorang yang mengumpat orang lain) adalah bersekutu (di dalam dosa) dengan orang yang berkata itu. Dan dia juga dikira salah satu daripada dua orang yang mengumpat.” Oleh karenanya, menjaga telinga adalah pekerjaan yang memerlukan energi dan kesungguhan yang kuat dan gigih.

3. Menjaga Lidah
Lidah adalah anggota tubuh tanpa tulang yang kerap mengantarkan pada perkara-perkara besar. Kehancuran rumah tangga, pertengkaran sahabat karib, hingga peperangan antar negara, dapat dipicu dari sepotong daging kecil di celah mulut yang disebut lidah

Rasulullah Saw. bersabda: “Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya.” (Riwayat Athabrani dan Al Baihaqi). Jagalah lidah dari perkara-perkara seperti berbohong, ingkar janji, mengumpat, fitnah, debat kusir, memuji diri sendiri, adu domba, menyakiti perasaan orang lain dan menghina orang lain.

4. Menjaga Perut
Hendaknya selalu di ingat, perut adalah bukan tong sampah. Input yang masuk ke dalam perut akan berpengaruh langsung/tidak langsung terhadap tingkah laku/sikap/tindakan seseorang. Karenanya, peliharalah perut dari makanan yang haram atau yang syubhat. Sekalipun halal, hindari memakannya secara berlebihan. Sebab hal itu akan menumpulkan pikiran dan hati nurani. Obesitas (kelebihan berat badan) adalah penyakit modern sebagai akibat lain dari tidak terkontrolnya urusan perut.

5. Menjaga Kemaluan
Kendalikan sekuat daya dorongan melakukan apa-apa yang diharam kan oleh Allah SWT. Firman Allah-Nya:”Dan mereka yang selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau apa-apa yang mereka miliki maka mereka tidak tercela.” (Al Mukminun: 5-6)

6. Menjaga Tangan

Kendalikan kedua tangan dari melukai seseorang (kecuali dengan cara hak seperti mencuri, korupsi, mencopet, coli dan sejenisnya. Katakan “STOP” pada tangan, ketika akan bertindak sesuatu yang diharamkan, menyiksa kucing, menyakiti makhluk Allah dan menulis sesuatu yang diharamkan

7. Menjaga Kaki
Memelihara kedua kaki dari berjalan ke tempat yang diharamkan atau berjalan menuju kelompok orang atau penguasa yang zalim tanpa ada alasan darurat karena sikap dan tindakan itu dianggap menghormati kezaliman mereka, sedangkan Allah menyuruh kita berpaling dari orang yang zalim.

Untuk melengkapi cara mudah meninggalkan maksiat, pintu masuknya dosa terbuka lebar pada ketujuh anggota tubuh di atas. Untuk menutupnya, diperlukan kunci yang ada dalam genggaman tangan tiap orang untuk membendungnya. Jadi, semua kembali kepada manusianya. Tentu hamba Allah yang cerdik, adalah mereka yang mempergunakan amanah tubuh untuk senantiasa berjalan di atas rel keridhaan-Nya. Nabi saw bersabda: “Orang yang berhijrah dengan sebenarnya ialah orang yang berhijrah dari kejahatan. Dan peperangan yang sebenarnya ialah orang yang memerangi hawa nafsunya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *