May 282016
 
Bisnis PayTren/Treni -Ustadz Yusuf Mansur

Cara mencukur bulu kemaluan di agama Islam, tiap manusia yang mulai dewasa secara biologis biasanya ditandai dengan tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh. Seperti di kumis, ketiak dan dan dada (bagi cowok). Akan tetapi, tumbuhnya rambut di beberapa bagian di bawah pusar khususnya membuat banyak orang tidak nyaman, dan berusaha untuk menggundulnya. Bagi sebagian orang yang menginginkan tumbuh lebih panjang dan rimbun, sering-seringlah mencukurnya dan jangan lupa merawatnya.

Mencukur bulu kemaluan manfaatnya sangat baik untuk kesehatan dan juga dianjurkan oleh agama Islam. Selain itu, juga dapat mencegah timbulnya bau tidak sedap yang timbul akibat kotoran dan sel-sel kulit mati. Seseorang yang memiliki rambut kemaluan yang terlalu lebat seperti semak belukar, juga akan mengalami kesulitan dalam pembersihan organ kelamin, sehingga kotoran akan sulit dibersihkan. Selain itu, beberapa obat yang dikonsumsi memiliki efek buruk bisa bikin kerontokan rambut.

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Agama Islam

cara mencukur bulu kemaluan menurut agama islam

Mencukur bulu kemaluan termasuk salah satu sunnah fitrah yang dianjurkan oleh agama Islam dan disepakati semua syariat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari (5890) dan Muslim (261) dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Termasuk fitrah yaitu mencukur bulu kemaluan, memotong kuku dan memendekkan kumis.”

sunah mencukur rambut kemaluan sangat dianjurkan tidak lebih dari 40 malam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim (258) dari Anas bin Malik berkata, “Kami diberi waktu dalam memendekkan kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.”

Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam ‘Fathul Bari’ berkata, “Kemaslahatan agama dan dunia ada kaitannya dengan perkara ini (maksudnya perkara fitrah ini), hal itu didapati dengan mencarinya. Diantaranya: memperbaiki penampilan, membersihkan badan secara keseluruhan, berjaga dari dua kebersihan, berbuat baik kepada orang yang dipergauli, dengan tidak mengganggunya dengan aroma yang tidak sedap, membedakan dari syiar kalangan orang kafir, baik Majusi, Yahudi, Nashrani dan penyembah berhala, merealisasikan perintah agama. Serta menjaga apa yang diisyaratkan oleh Allah dalam firman-Nya ‘Dan Dia menciptakan kalian dengan sebaik-baik ciptaan’ Karena menjaga perkara fitrah itu sesuai dengan kandungan ayat tadi. Seakan dikatakan ‘Sungguh telah indah penciptaan kalian semua, maka jangan diubah dengan sesuatu yang membuatnya jelek. Atau jagalah untuk kelangsungan keindahannya. Dan dengan menjaga perkara fitrah tadi, (berarti) menjaga harga diri dan persatuan yang diinginkan. Karena seseorang jika penampilanya terlihat indah, maka jiwa seseorang akan lebih terbuka, sehingga ucapannya diterima, disanjung pikirannnya dan begitu juga sebaliknya.”

Cara Mencukur Bulu Kemaluan di Agama Islam

Mencukur juga tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah faktor kebersihan dari alat cukur yang dipakai. Area sekitar kemaluan yang bersih dapat mencegah munculnya bakteri jahat yang akan mengganggu kesehatan. Pada umunya saat pertama kali mencoba mencukur rambut kemaluan pasti rasanya agak sedikit aneh dan bingung. Berikut ini adalah tata cara mencukur bulu kemaluan di agama Islam:

1. Siapkan Peralatan Cukur Bulu Kemaluan
-Gunting/alat pemotong rambut
-Kaca/cermin
-Pisau cukur yang tajam
-Krim cukur (atau barang berbahan dasar krim lainnya)
-Handuk

2. Kencangkan Kulit Kemaluan
Jika kulit Anda tampak kendor, maka akan melukai diri sendiri. Pisau cukur hanya dapat bekerja dengan baik pada permukaan yang hampir rata. Regangkan kulit kemaluan dengan kencang menggunakan tangan yang bebas dan pegang dengan kuat, membuat Anda mudah melihat target yang harus dicukur.

3. Guntinglah Rambut Kemaluan
Mulailah mencukur dari bawah pusar atau perut, dengan menarik kulit yang berada tepat di atas garis rambut kemaluan. Pisau cukur dirancang untuk mencukur rambut yang cukup pendek dan akan cepat tersumbat dan menjadi tumpul apabila digunakan untuk rambut panjang. Untuk memangkas rambut kemaluan tersebut, tarik rambut dengan lembut, menjauh dari tubuh dan kemudian potong dengan gunting kecil yang tajam, atau diutamakan dengan alat pemotong rambut.

4. Gunakan Pisau Cukur
Gunakanlah pisau cukur yang tajam, pisau cukur tersebut memiliki banyak mata pisau dan fitur yang bagus dan semacam gel pada sisi-sisi pisau cukur untuk mengurangi kebutuhan pelumas pada saat pencukuran. Tidak peduli apa pun warnanya, jika pisau cukur tersebut tajam dengan mata pisau tiga atau lebih, maka pisau cukur itu tidak hanya akan lebih mudah untuk Anda gunakan namun juga lebih aman untuk kulit permukaan kemaluan.

Pisahkan pisau cukur yang Anda gunakan untuk daerah kemaluan dari pisau cukur wajah atau ketiak. Jangan biarkan pisau cukur tersebut dalam keadaan basah karena air dapat mempercepat berkarat pada mata pisau dan membuatnya tumpul.

5. Mencukur Bulu Kemaluan dengan Lembut
Ada dua hal yang harus diingat di sini: mencukur mengikuti arah tumbuh rambut akan mencegah iritasi dan rambut yang tumbuh ke dalam. Sementara mencukur melawan arah tumbuh rambut akan menyebabkan hasil yang lebih pendek. Ketahuilah kedua hal ini dan pertimbangkan situasi Anda. Apabila ada memiliki kulit yang sangat, sangat sensitif, Anda sepertinya harus tetap mencukur mengikuti arah tumbuh rambut, meskipun hal itu akan membuat rambut kemaluan Anda dua kali lebih panjang.

Jika ingin mendapatkan hasil cukur yang baik dan benar, maka cobalah untuk mencukur bulu kemaluan menyeberangi arah tumbuh rambut. Sebagai contoh apabila rambut tersebut tumbuh ke bawah, cukurlah ke kiri atau ke kanan. Jangan berlebihan saat mencukur. Cukur suatu daerah sebanyak yang Anda butuhkan untuk menghilangkan rambut tersebut. Apabila Anda mencukur satu daerah berkali-kali, kemungkinan besar daerah itu akan meradang.

6. Gunakanlah Cermin
Gunakanlah cermin untuk memastikan rambut yang belum dicukur di area kemaluan yang tersembunyi. Periksa pertumbuhan rambut dan cobalah untuk melihatnya dengan cermin. Jadi bukan hanya mengandalkan kedua mata, hal ini akan membantu keseluruhan proses menjadi lebih cepat.

7. Jangan Digundul Plontos
Ketahuilah bahwa menggundul plontos sampai botak alias tidak memiliki rambut kemaluan sama sekali bisa meningkatkan kemungkinan untuk terjangkit dan menyebarkan satu atau dua Penyakit Menular Seksual atau PMS (yaitu, virus Papiloma Manusia dan moluskum kontagiosum). Meskipun moluskum kontagiosum tidak terdengar seperti penyakit menular seksual yang biasanya, namun secara teknis penyakit tersebut termasuk sebagai PMS.

Bulu kemaluan wanita maupun pria yang dibabat habis meningkatkan infeksi karena bagian kulit yang ditumbuhi rambut dapat rusak hingga luka yang tak terlihat. Ketika luka itu terjadi maka bakteri demikian juga virus lebih mudah masuk. Berikan sisa maksimal sepanjang 1 cm agar fungsi dan manfaat bulu kemaluan itu sendiri tidak hilang, yakni mengurangi gesekan dan melindungi dari kuman atau bakteri membahayakan organ intim.

8. Bersihkan Potongan Rambut Kemaluan
Cuci lembut daerah kemaluan Anda dengan sabun badan biasa. Hal ini akan membantu membersihkan apa pun yang mungkin menutup pori-pori dan menyebabkan rambut yang tumbuh ke dalam dan menghasilkan infeksi. Bilas rambut kemaluan yang masih tersisa dan beri pelembap.

Itulah postingan tentang cara mencukur bulu kemaluan di agama Islam.

Bisnis PayTren/Treni -Ustadz Yusuf Mansur

 Leave a Reply

(required)

(required)