Cara Aman Menonton Gerhana Matahari

Cara Aman Menonton Gerhana Matahari

Posted on

Cara aman menonton gerhana matahari total (GMT) untuk melindungi retina mata. Fenomena ini menarik banyak perhatian orang-orang untuk melihat dan mengetahuinya. Selain itu, umat Islam juga disunnahkan untuk mendirikan shalat gerhana matahari. Adapun cahaya pada gerhana matahari masih sangat kuat. Walau tertutup bulan, sisa piringan matahari masih sangat menyilaukan. Mekanisme tubuh ketika mata telanjang melihatnya langsung, akan melindungi mata dengan refleks pupil mata mengecil dan kelopak mata menutup.

Gerhana matahari terjadi ketika pagi hari atau siang hari. Di daerah tertentu selama beberapa menut akan terjadi perubahan titik terang menjadi gelap. Hal ini mengundang keingintahuan masyarakat untuk melihatnya. Tapi, melihat GMT tanpa menggunakan filter akan sangat berbahanya, karena dapat menyebebkan efek kerusakan pada mata. Sebab, cahaya yang masuk begitu kuat dan mata akan merasa silau, ketika terjadi seperti ini maka pupil mata akan mengecil.

Peristiwa GMT juga akan mengubah perilaku sebagian binatang. Hal ini terkait karena perubahan siang menjadi malam. Ketika gerhana, langit terlihat gelap sehingga menyerupai malam. Hewan yang biasa beraktivitas di siang hari akan berubah. Perubahan ini disebabkan lantaran insting hewan. Ada atau tidaknya matahari menjadi alarm tubuh atau jam biologis bagi hewan untuk beraktivitas. Misalnya, ayam-ayam akan masuk ke kandang karena hewan menganggap waktu sudah berubah menjadi malam.

Cara Aman Menonton Gerhana Matahari

Cara Aman Menonton Gerhana Matahari

Saat ini, ketika ilmu astronomi sudah mencapai kemajuan yang luar biasa, jauh-jauh hari sudah bisa memprediksi kapan akan terjadi gerhana matahari dan bulan (baik total maupun sebagian). Dengan demikian, bisa mempersiapkan diri lebih awal untuk melaksanakan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan secara berjamaah di masjid-masjid. Di bawah ini, ada beberapa tips untuk menyaksikan gerhana matahari tanpa membuat dampak negatif pada kesehatan, yakni:

1. Menggunakan Kertas Karbon atau Klise Foto
Bisa gunakan alat peredup lainnya. Misalnya, kacamata hitam pekat, isi disket, atau bagian hitam film rongent. Proteksi dengan kertas berlubang juga bisa dipakai. Cara tradisional dengan menggunakan pantulan air bisa digunakan karena air juga menyerap sebagian cahaya matahari. Anda pasti mengetahui kertas karbon. Kertas yang biasanya digunakan untuk membuat salinan tulisan dengan cara meletakkan diantara kertas. Kertas ini juga bisa digunakan untuk menyaksikan gerhana matahari.

Jika tidak ada kertas karbon, Anda juga bisa menggunakan klise foto atau negatif film kamera roll untuk menyaksikan gerhana matahari total dengan leluasa. Namun, sayangnya keberadaan klise sudah jarang ditemukan, lantaran system pemotretan saat ini sudah menggunakan kamera digital.

2. Memakai Kacamata Hitam
Menyaksikan gerhana matahari tidak disarankan menggunakan mata telanjang alias tanpa alas mata. Maka disarankan untuk melihat atau menyaksikan gerhana dengan menggunakan kacamata hitam. Kacamata hitam membantu melindungi mata dari cahaya matahari tajam, termasuk dari sinar ultraviolet. Banyak sekali ragam variasi desain yang unik dan menarik. Kacamata hitam juga bisa dilengkapi dengan lensa korektif untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

3. Menggunakan Bayangan Pohon
Caranya berada di pohon rindang di mana sinar matahari menembus di celah-celah dedaunan. Saat terjadi gerhana matahari, sinar-sinar yang jatuh ke tanah bisa menjadi proyeksi alami. Pohon yang daunnya rindang, terus celah daun-daun itu bisa berfungsi sebagai lubang jarum.

4. Menggunakan Pantulan Air
Lebih amannya lagi, jika ingin menyaksikan yakni dengan menggunakan pantulan air. Cukup menyiapkan air di tempat yang permukaannya lebar seperti Loyang atau ember dengan ukuran besar. Letakkan mengarah pada posisi terjadi gerhana.

Untuk melengkapi postingan tentang cara aman menonton gerhana matahari, itulah peristiwa alamiah di alam semesta. Peristiwa ini pasti terjadi sebab pergerakan bulan, bumi, dan matahari dalam orbitnya dapat mencapai titik garis yang sama. Pada saat ketika obyek membentuk garis lurus, maka kemungkinan terjadinya gerhana besar sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.