Etika Dalam Bisnis

11 Etika Dalam Bisnis

Posted on

Etika dalam bisnis ialah tata cara yang mencakup segala macam aspek, baik dari individu, institusi, kebijakan, serta perilaku berbisnis. Dijadikan sebagai acuan untuk menjalankan kegiatan bisnis online maupun offline. Sebagai entrepreneur yang menjalankan usaha tanpa modal ataupun dengan modal, tentu berhubungan dengan orang lain, untuk itulah wajib dalam menjalaninya untuk tetap berakhlak mulia dan selalu meyakini bahwa rezeki tak akan tertukar. Para pedagang dan pengusaha harus siap bertempur melawan rintangan yang semakin hari semakin meningkat. Tugas manusia hanya berusaha sebaik-baiknya mencari yang halal.

Prinsip-prinsip etika dalam bisnis dan kewirausahaan begitu erat hubungannya. Jika pengusaha menjalankannya dengan baik dan benar, maka mereka sedang berinvestasi yaitu sedang membangun suatu kepercayaan. Namun tentu saja keuntungannya tidak secara langsung, melainkan dalam waktu yang akan datang. Karena tujuannya untuk memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan anggaran serendah-rendahnya.

Apapun ide bisnis Anda jika dijalankan tanpa etika maka tinggal menghitung hari kebangkrutannya. Hal tersebut dijadikan sebagai standar universal dari apa yang dianggap salah dan benar dalam menjalankan sebuah usaha. Prinsip-prinsip inilah yang nantinya mempengaruhi langkah pembuatan keputusan dan menentukan arah masa depan wirausaha yang dijalankan. Hal tersebut mencakup bagaimana para pengusaha menjalankannya sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

11 Etika Dalam Bisnis

Etika Dalam Bisnis

Seorang pengusaha yang menjalankan bisnis online maupun offline, tentunya berharap menuai keuntungan yang sebesar-besarnya. Namun hambatan berat yang dihadapi cenderung membuat menghalalkan segala cara, bahkan melanggar etika dan kebiasaan. Sehingga menjadi boomerang atas perbutannya. Untuk itulah perlu diantisipasi dengan 11 etika dalam bisnis, berikut ulasannya:

1. Kejujuran
Etika bisnis yang pertama adalah kejujuran, merupakan salah satu poin penting dalam segala hal, mulai dari sekadar memberikan informasi hingga ketika menganalisa kekurangan wirausaha yang dijalankan. Misalnya dalam proses jual beli, penjual harus jujur tentang produknya. Jika produknya berkualitas, maka akan semakin banyak pelanggan yang akan berdatangan. Namun bila tidak jujur, seperti barang yang sebenarnya berkualitas buruk namun dibilang berkualitas baik, tentu saja mereka akan merasa kecewa dan bisa menghilangkan kepercayaan pelanggan.

2. Reponsif
Respon yang cepat adalah hal penting bagi para pedagang. Pebisnis yang baik adalah selalu mau menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan pelanggan. Misalnya menjalankan bisnis baju, tentu masuk dalam rantai distributor sebuah produk baju. Bila ingin berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, maka harus terus memantau laju bisnis. Setiap pertanyaan dari konsumen sebaiknya dijawab dengan baik dan benar agar konsumen puas dan melakukan repeat order.

3. Keramahan
Etika dalam bisnis berikutnya adalah keramahan seorang penjual kepada calon pembeli dan pelanggan, bahkan kepada mitra usaha. Jangan kaku dan fleksibel sesuai lawan bicara, dalam hal ini adalah para konsumen. Konsumen adalah pihak yang awam tentang sebuah produk bisnis, butuh penjelasan yang sejujurnya dari sang customer service. Pebisnis yang ramah, fast respon, dan sabar terhadap pertanyaan-pertanyaan calon pembeli akan lebih disukai dan membuat nyaman dan puas. Bagaimanapun juga kata-kata yang baik akan membuat orang lain merasa nyaman.

4. Menepati Janji
Seorang pengusaha akan dipercaya karena mempu berusaha memenuhi segala janji dan komitmen yang dibuat. Hendaknya tidak boleh sembarangan membuat janji, karena berkewajiban untuk memenuhinya dengan baik. Peganglah etika bisnis bahwa janji adalah hutang. Dalam hal ini biasanya banyak terjadi pada bisnis jasa atau servis. Jika perhitungan meleset, segera hubungi konsumen untuk menjelaskan apa yang terjadi. Akan lebih baik lagi jika mengalokasikan perkiraan waktu peosesnya, sehingga terhindar dari ingkar janji.

5. Keadilan
Keadilan merupakan salah satu prinsip etika dalam bisnis yang bisa berwujud dalam banyak hal. Misalnya, adil memberikan harga kepada konsumen, distributor atau bahkan kepada pegawai sendiri. Tidak menggunakan kedudukan atau kekuatan yang dimiliki untuk bersikap otoriter maupun seenaknya, sehingga mampu bersikap adil pada setiap karyawa. Berpikir terbuka, mengakui jika melakukan kesalahan, bahkan tak segan mengubah prinsip atau keputusan jika diperlukan. Pegawai yang tidak merasa diperlakukan adil, akan sulit berlaku ramah kepada konsumen. Pada akhirnya, pemilik usaha yang akan dirugikan.

6. Integritas
Seorang pimpinan perusahaan mendapatkan kepercayaan orang lain karena memiliki integritas. Integritas sendiri diartikan sebagai konsistensi dan sinkronisasi antara pemikiran, perkataan serta perbuatan dalam etika bisnis. Meski demikian, membangun integritas tidaklah semudah bayangan karena seringkali berhadapan dengan berbagai kepentingan lain yang mungkin berseberangan dengan kepercayaan. Seseorang dikatakan sebagai pemimpin baik bila mampu bertahan dan tidak mengorbankan prinsip yang dipercaya hanya karena mendapat tekanan dari pihak lain.

7. Kepedulian
Seorang pengusaha yang memegang etika dalam berbisnis, akan menunjukkan kepedulian, simpatik dan baik hati. Memahami konsep bahwa keputusan dalam berbisnis tidak hanya berpengaruh bagi perusahaan, namun juga seluruh karyawan dan staf yang terlibat didalanya. Seorang pemimpin harus mampu memberikan keputusan yang memiliki sedikit dampak negated dan memiliki paling banyak dampak positif. Kepedulian dapat juga diwujudkan dalam ucapan terima kasih personal.

8. Loyalitas
Etika bisnis berikutnya adalah loyalitas, merupakan hal yang sangat diperlukan agar perusahaan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik. Loyalitas bisa ditunjukkan dengan bekerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan serta tidak mencampurkan urusan kantor dengan masalah pribadi. Anda juga dapat menunjukkan loyalitas dengan memberikan seluruh kemampuan demi perkembangan perusahaan kearah yang lebih baik.

9. Menghargai Orang Lain
Termasuk dari etika dalam bisnis adalah menjadi pribadi yang menghargai orang lain dan kompetitor. Selayaknya bersikap profesional dengan tidak membedakan perlakuan kepada orang lain berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, maupun kewarganegaraan. Hal ini penting dilakukan bukan hanya untuk kebaikan perusahaan, namun juga agar lingkungan kantor tetap kondusif. Adapun dengan kompetitor jika tak saling menghargai, tentu akan timbul upaya jahat dalam dinamika bisnis. Selain itu pesaing juga dapat dijadikan mitra atau teman berbagi pengalaman.

10. Mematuhi Aturan
Cara bisnis yang baik tentunya memiliki berbagai aturan yang telah ditetapkan secara tertulis maupun tidak tertulis. Jangan sampai usaha yang dijalankan bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Menjual benda-benda yang dilarang beredar atau dijual belikan di Indonesia, misalnya hewan langka yang dilindungi, narkoba dan sejenisnya. Bila dikenakan bayar pajak, maka bayarlah daripada masa depan bisnis Anda nanti terganjal urusan pajak. Patuhilah seluruh aturan tersebut agar menjadi pengusaha yang sukses dan bahagia.

11. Reputasi
Etika dalam bisnis yang terakhir adalah reputasi, berkaitan erat dengan nama baik perusahaan. Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan membangun dan menjaga nama baik tersebut. Bermanfaat untuk mendatangkan lebih banyak konsumen sebab mereka percaya bahwa perusahaan Anda bisa memenuhi segala kebutuhannya. Keuntungan dengan sendirinya akan datang terus-menerus selama bisa menjaga reputasi tersebut.

Itulah postingan tentang 11 etika dalam bisnis, bisa diterapkan untuk usaha online maupun offline demi menggapai kesuksesan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *